di post ini saya akan mencoba menulis secara serius (semoga bisa) bukan tentang tempat sampah,ya memang tidak beda dengan saya sihh-_-
tapi bukan dari segi muka saya yang kaya sampah ataupun baunya,tetapi dari sikapnya dalam menyikapi persoalan tertentu
hidup ini bagaikan tempat sampah,saat tempat sampah kita penuh maka sampah yang kita tampung keluar kemana mana dan imbasnya akan ke kaeadan sekitar mulai dari baunya atau dari segi keindahanya.
dalam kehidupan sehari hari itu bisa di ibaratkan sebagai kemarahan kita atau suasana hati kita,misal jika selama sehari ini kita tetrus marah maka tempat sampah atau hati kita akan penuh dengan berbagai hala layaknya sampah (hal yang negatif ya) maka nanti pasti ada orang yang tidak bersalah yang akan mendapat segala hal itu saat mencapai puncaknya........
ya terkadang memang kasian orang orang tersebut apalagi jika orang tersebut orang yang kita kenal baik ataupun sahabat baik kita mendapat imbasnya dari akumulasi segala hal itu
apakah sepenuhnya salah kita ??
ya sebernya tidak juga salah kita,jika ibaratnya orang orang di sekitar kita terlebih lagi orang yang mengenal kita berhenti membuang sampah ke tempat sampah kita tetapi membantu kita untuk mengurangi jumlah sampah pada tempat sampah kita maka keadaan yang tidak kita inginkan tidak akan terjadi apalagi seharunya mereka adalah orang yang paling mengerti baik sifat maupun keadaan kita
tetapi sebagai orang yang memiliki tempat sampah itu kita lah paling besar bertanggung jawab mengelola tempat sampah kita sendiri,,sesauai dengan rumus persamaan matematika tekanan (maklum anak teknikk kan yaa) berlaku rumus
P = F/A
dimana : P = tekanan
F = gaya
A = luas
metode ini saya dapat dari salah satu senior saya,dimana kita harus memperluas area hati kita atau tempat sampah kita maka sebarapa pun gaya atau sampah yang masuk,tekanannya akan kecil atau sampah kita tidak pernah akan keluar dari tong sampah kita
dan juga kita harus berhenti untuk membuang sampah ke orang sekitar atau pun orang lain terkadang ada kalanya ketika kita harus mengalah dan diam atau berkata ya,tetpai ada kalanya kita harus melawan.hanya diri kita yang tau pasti kapan saat itu
"Hiduplah dengan saling berbagi dan berusaha untuk tidak membuang sampah ke orang lain tetapi berusahalah mengurangi sampah di tempat sampah orang lain"
No comments:
Post a Comment