Mungkin banyak dari kalian yang melihat kejadian ini terutama di kota jogjakarta apalagi saya sebagai mahasiswa Magelang (Mahasiswa Gemar puLang ),pasti pernah melihat seorang penari di saat lampu berwarna merah,ya iya lah kalok lampu hijau juga pasti di tabrak..........,oke lupan omelan jenius saya barusan,
kebanyakan dari mereka bahkan menari dengan menggunakan kostum lengkap,full music lagi bahkan sampek membawa pecut atau cemeti,saya sih tau gunanya tapi itu sedikit membuat saya tetrintimidasi,sebagai seorang laki laki saya jelas
dengan pakaian warna hijau dan hitam,padal warna hijau di jogja itu sangat sakral,saya saja tidak berani pake itu kalok di pantai (if you what i mean),dengan gelang kaki,bahkan sampek riasan,benar benar total sekali ya......
tapi di satu sisi ada satu keprihatinan tersendiri bagi saya (walau ini pendapat secara pribadi)dimana seni dalam hal ini tarian yang biasnya kita saksikan saat hari hari besar atau hari hari tertentu yang khusus,sehingga memili arti dan makna di dalam tiap gerakanya,kebetulan dulu saya pernah mementaskan tarian topeng ireng (khas magelang lhoo),dan susahnya minta ampun di tambah badan saya yang
tumben saya bisa ngomong bijaksana,lupakan saja semua omongan saya diatas-_-
nah makanya menurut saya ketika seni itu di gunakan mengamen di pinggir jalan dengan menari seadanya dan melupan makna dan filosofi di setiap gerkanya maka saya sangat prihatin apalagi di gunakan untuk mencari uang walau cenderung meminta sih dengan botol aqua,dan itu juga bisa membuat masyarakat memandang sebelah mata kesenian itu sendiri walau akhir akhir ini banyak anak muda yang lupa akan kebudayaan sendiri seperti saya -_-,,,
apakah salah mereka ??
tidak juaga seratus persen karena kesalahan mereka
kita juga turut bertanggung jawab karena jika lebih perduli terhadap kesenian kita,maka mereka juga pasti mendapat penghasilan dan tidak akan turun ke jalan.
kebanyakan dari kita perduli ketika kesenian tersebut di akui oleh negara lain seperti yang sudah sudah walau nanti jika gongnya sudah hilang kita juga akan lupa.
walau masih banyak seniman yang masih bertahan terhadap prinsipnya dan berusah melestarika kesenian lokal,walau penghasilnya tidak seberapa,,itulah yang saya salut dari mereka
sperti judul di atas,seni memiliki makna yang berbeda beda dan tidak terbatas,seperti cinta saya pada................oke lupa saja yang ini
mungkin ada orang yang memaknai seni adalah hidup mereka,ada yang memaknai mseni sebagai sumber penghasilan mereka,dan masih banyak lagi makna seni itu sendiri bagi tiap orang,di dalam hati mereka masing masing (alesan bingung mau nulis apa-_-)
tapi bagi saya seni adalah pelajaran dan jejak sejarah,
pelajaran karena di setiap seni selalu ada filosofi kehidupan yang berguna bagi saya atau akans aya tulis di sunday Qoute,dan jejak sejarah karena kita jadi bisa tau sperti apa kehidupan kakek nenek kita duluuuuu lewat seni yang merupakan peninggalan mereka
Jadi apa makna seni bagimu ????
nb:
ini pendapat pribadi seorang (caolon) sarjana tekinik yang kemungkinan besar (dan jangan sampek terjadi) wisudanya bisa bareng sama adeknya atau bahkan kalah,dan selalu berdoa bisa lebih cepat :),dan sedang ngusahain IPnya naik smester ini jadi jika pemikiranya (sangat) cacat mohon di maklumi karena dari sudut pandang orang polos,ganteng (okee ini bohong-_-),dan awam seni
ini saya kasih bonus foto saya bersama kelarga besar saya saat menari topeng ireng
Fans nya banyak yaa :) |
![]() |
coba temuka saya |
No comments:
Post a Comment