Wednesday, August 8, 2012

Why always to be Doctor





Mungkin jika naka kecil di tanya mau jadi apa kelak maka jawabanya adalah polisi,tentara,guru atau DOKTER.ini jawaban umum anak anak waktu masih kecil karna keterbatasan pengetahuan saat itu
Ketika dulu di tanya sama tetangga
“mas alan kalok mau uadah besar mau jadi apa??”
Karna dulu saya adalah tipe orang yang mudah kena pengaruh televisi (bisa dikatakan ababil) yang pada saat itu jamaan nya petualangan panjiii eh maksutya petualangan sherina maka saya dengan mantap menjawab
“saya mau jadi insinyur pertanian  bu”
“olah,kalok insinyur pertanian itu ngurusi sapi juga lho termasuk beraknya sama tinggal di hutan lho”
“emang gitu ya bu?????”jawab saya polos waktu itu
“iyaaaaa dong”kata ibu tetangga dengan muka mitosnya tingkat tinggi ngalain fajar(teman saya sma yang muka sama omonganya kaya mahasiswa semester 7 filsafat,mitooos)
Maka pada hari saya berhenti bermimpi jadi insinyur pertanian berkat hasutan tetangga (memang terdengar kurag elite) tapi saya bangga pernah bercita cita jadi insinyur pertanian

Mungkin saat itu kita berpikir betapa kecilnya dunia sehingga kita masih berfikir apapn masih bisa lakukan atau capai tapi seiring dengan waktu dan semakin dewasa kita semakin sadar bahwa dnuia itu sangat besar dan kejam bagi kitayang tidak siap untuk bersaing memperjuangkan apa yang kita cita citakan,,,,bahkan dulu ada teman saya yang bermimpi ingin jadi badut pesta karna bisa bikin orang ketawa,saya jamin sekarang pasti cita citanya sudah berubah,,,
Bahkan yang paling absurd teman saya pernah bercita cita buat jadi superman apa batman,yang paling mungkin kelak dia bisa jadi pahlawan bagi keluarganya,,,
Maka dari itu di titik inilah biasanya kita sadar bahwa cita cita kita terlalu jauh untuk di gapai dan mencari cita cita baru dadakan yang sesuai dengan jangkaun kita,,,,
  
Sangat menarik mencermati bahwa sekarang ini jurusan kedokteran menjadi salah satu  jurusan favorit malah paling favorit,menjadi dokter adalah cita cita banyak orang baik yang pintar sampek yang biasa,dari yang kaya sampek yang miskin semua berlomba lomba untuk menjadi dokter maka dari itu kemarin di ugm tertangkap praktek joki
Bayangkan sekali ngejoki in orang dia dapet 20 juta,lumayan lah untuk nyewa kos di tempat saya selama 8 tahun walau saya tau saya tidak akan ngekos selama 8 tahun karna 3 tahun lagi saya akan wisuda......
Bahkan banyak calon mahasiswa  yang menyuap rektor bukan makanan tapi uang,,,
Memang menyedihkan sistem pendidikan saat ini----______-----*
Bahkan untuk masuk kedokteran orang rela menunggu setaun untuk tidak kuliah atau bahkan kuliah jurusan lain untuk tahun berikutnya mencoba tes masuk kedokteran,,,

Kalau saya pribadi tidak tertari masuk kedokteran karena : 
1.sulit,dan otak saya tidak mampu (saya sadar-__-)
 2.karna saya (agak ) ceroboh dan pekerjaan dokter adalah untuk mengobati manusia ,,jika salah anda tau sendiri akibatnya
3.karna passion saya tidak sana,simpel sekali,,,(alasan utama)

Saya telah bertanya kepada 2 teman saya,yang pertama teman saya kuliah di pts kita sebut dia winda (nama saya samarkan gar masa depan cerah),,
dan teman saya yang kedua adalah teman kuliah saya di teknik kimia yang tahun ini mencoba lagi masuk kedokteran walau gagal,Zahra (MaPo Alay if you read),,,saya ambil sampel ini supaya ada keseimbangan dalam berita dan keterbatasan teman yang ambil dan ketrima kedokteran

Pertama jelas saya tanya alsan mereka memilih kedokteran,jwabanya rata rata hampir sama
Temen saya si zahra bilang bahwa dokter merupakan pekerjaan mulia,sudah pasti dan merupakan pekerjaan mulia yang di cita citakannya sejak kecil,berarti dia tipe orang yang konsisten dengan cita cita masa kecilnya dan memiliki prospek yang tinggi karna menurut dia gaya hidup orang indonesia yang akan semakin kebarat baratan (saya ke jawa jawa an) membuat kesehatan jadi kurang dan disini dokter dibutuhkan,,walau nanti akhirnya dia tidak di terima
Winda juga tidak jauh berbeda sama zahra yang berpendapat bahwa kedokteran memiliki propek bekerja yang lebih besar dari pada yang lain dan juga pekerjaan yang mausiawi
รจ        Pada point ini saya berpikir bahwa semua jurusan memiliki probabilitas yang sama dalam memperoleh pekerjaan mungkin hanya berbeda pada sisi pendapatan saja dan sekarang banyak dan hampir semua unversitas membuka jurusan kedokteran sehingga menurut saya peluang kerja semakin menipis,,,
Akibat banyak jurusan kedokteran dan suap atau amsuk lewat pintu belakang membuat kualitas dokter dokter kita juga semakin menurun sehinnga bisa kita lihat sering terjadi mal praktek atau dokter dokter yang salah mengdiagnosa penyakit (saudara saya pernah mengalami) yang berakibat fatal amaka dari itu jadi dokter adalah bermain main dengan nyawa manusaia jika benar maka anda dapet membantu
Rata rata gaji dokter mungkin tinggi jauh lebih dari pns,,saya bertanya kepada teman saya mengapa bisa lebih tinggi
Zahra jawab karna pekerjaan dokter adalah tentang nyawa manusia maka resiko ya lebih besar dan juga untuk menjadi dokter memang susah maka dihargai lebih tinggi
Pada sesi ini winda malah curhat-_-,,teman teman saya memang mahluk rentan galau
Munkin banyak dari kita yang kuliah mengambil urusan dengan pertimbangan orang tua baca paksaan
Sudah sewajarnya orang tua ingin yang terbaik bagi anaknya tapi yang menjalani kuliah adalah kita bukan orang tua
Kemarin saya juga bertanya kepada teman saya apakah mereka mengambil jurusan kedokteran karna paksaan orang tua
Saya punya teman yang bapak ibunya seorang dokter dan kakaknya juga masuk kedoteran, maka dia yang waktu itu akan memilih jurusan mungkin sedikit dipaksa oleh orang tuanya agar mengambil kedokteran  walau teman saya ini tidak tertarik masuk kedokteran dan bisa di tebak di tidak di terima di kedokteran dan sejarang dia kuliah di jurusan sosial
Temen saya dua ini jawab bahwa orang tua tidak memaksa tetapi lebih kepada mendukung apapun keputusan anaknya
Seperti sekarang zahra kuliah di jurusan teknik kimia (PS:bapaknya juga alumni tekim) dan winda yang berhasil masuk kedokteran walau sering mengelum betapa susahnya tapi itu sudah resiko
Nah bayangkan setiap orang di indonesia ingin kuliah kedokteran di indonesia lalau siapakah  yang akan menjadi petani,yang mungkin walau sekarang lahanya sekarang banyak berkurang,,,
Jika tidak ada petani kita tidak bisa makan nasi atau harus bergantung dari luar,ini ironi karna negara indonesia merupakan negara agraris,,,
Lalau siapa yang akan membantu suatu keluarga ketika dua duanya adalah pekerja semua (baca:pemban**),,yang memang kita butuhkan ketika kita tidak bisa mengurusi rumah atau anak pada waktu tertentu
Jika tidak ada anak teknik (hahahaahaahha sombong) siapa yang akan mengolah sumber daya alam negara yang diberikan Tuhan melimpah di negara kita ini,asing???
Jelas tidak karna asing yang tentunya hanya memberi indonesia sedikit SDAnya dari yang seharusnya di peroleh indonesia,,maka orang orang teknik dibutuhkan disini agar kita bisa mandiri
Jika tidak ada guru maka siapa yang bisa mendidik kita dari kecil hingga nanti sukses jadi Dokter ???

Meski keliatan remeh atau kurang elite  tetapi pekerjaan yang tidak kalah mulia dari dokter karna setiap pekerjaan jika kita kerjakan dengan tujuan untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain denagn(yang selalu di ajarkan orang tua saya) maka  dapat saya katakan pekerjaan mulia dan jangan lupa memilih pekerjaan sesuai dengan passion anda
Abdikan apa yang kita dapat untuk indonesia untuk orang banyak,memang sulit tapi tetap bisa apapun profesi kita dan passion kita

Terakhir saya bilang
“Sukses bukan apa apa bila kita tidak menikmatinya”

Rene suhardono seorang carrier coach pernah berkata
anda tak harus menjadi seseorang (bekerja sebagai) yang sesuai dengan kodifikasi profesi yang ada. Jika tak ada yang sesuai dengan passion-potensi anda, jangan ragu untuk membuat nama ‘pekerjaan’ anda sendiri.”

Your time is limited so don’t waste it by living someone else’s live

Fly With Your Dream

Alan bayu k
Mahasiswa teknik kimia

No comments:

Post a Comment