Mungkin jika naka kecil di tanya mau jadi apa kelak maka
jawabanya adalah polisi,tentara,guru atau DOKTER.ini jawaban umum anak anak
waktu masih kecil karna keterbatasan pengetahuan saat itu
Ketika dulu di tanya sama tetangga
“mas alan kalok mau uadah besar mau jadi apa??”
Karna dulu saya adalah tipe orang yang mudah kena pengaruh
televisi (bisa dikatakan ababil) yang pada saat itu jamaan nya petualangan
panjiii eh maksutya petualangan sherina maka saya dengan mantap menjawab
“saya mau jadi insinyur pertanian bu”
“olah,kalok insinyur pertanian itu ngurusi sapi juga lho
termasuk beraknya sama tinggal di hutan lho”
“emang gitu ya bu?????”jawab saya polos waktu itu
“iyaaaaa dong”kata ibu tetangga dengan muka mitosnya tingkat
tinggi ngalain fajar(teman saya sma yang muka sama omonganya kaya mahasiswa
semester 7 filsafat,mitooos)
Maka pada hari saya berhenti bermimpi jadi insinyur
pertanian berkat hasutan tetangga (memang terdengar kurag elite) tapi saya
bangga pernah bercita cita jadi insinyur pertanian
Mungkin saat itu kita berpikir betapa kecilnya dunia
sehingga kita masih berfikir apapn masih bisa lakukan atau capai tapi seiring
dengan waktu dan semakin dewasa kita semakin sadar bahwa dnuia itu sangat besar
dan kejam bagi kitayang tidak siap untuk bersaing memperjuangkan apa yang kita
cita citakan,,,,bahkan dulu ada teman saya yang bermimpi ingin jadi badut pesta
karna bisa bikin orang ketawa,saya jamin sekarang pasti cita citanya sudah
berubah,,,
Bahkan yang paling absurd teman saya pernah bercita cita buat
jadi superman apa batman,yang paling mungkin kelak dia bisa jadi pahlawan bagi
keluarganya,,,
Maka dari itu di titik inilah biasanya kita sadar bahwa cita
cita kita terlalu jauh untuk di gapai dan mencari cita cita baru dadakan yang
sesuai dengan jangkaun kita,,,,
Sangat menarik mencermati bahwa sekarang ini jurusan
kedokteran menjadi salah satu jurusan
favorit malah paling favorit,menjadi dokter adalah cita cita banyak orang baik
yang pintar sampek yang biasa,dari yang kaya sampek yang miskin semua berlomba
lomba untuk menjadi dokter maka dari itu kemarin di ugm tertangkap praktek joki
Bayangkan sekali ngejoki in orang dia dapet 20 juta,lumayan
lah untuk nyewa kos di tempat saya selama 8 tahun walau saya tau saya tidak
akan ngekos selama 8 tahun karna 3 tahun lagi saya akan wisuda......
Bahkan banyak calon mahasiswa yang menyuap rektor bukan makanan tapi
uang,,,
Memang menyedihkan sistem pendidikan saat
ini----______-----*
Bahkan untuk masuk kedokteran orang rela menunggu setaun
untuk tidak kuliah atau bahkan kuliah jurusan lain untuk tahun berikutnya
mencoba tes masuk kedokteran,,,
Kalau saya pribadi tidak tertari masuk kedokteran karena :
1.sulit,dan otak saya tidak mampu (saya sadar-__-)
2.karna saya (agak ) ceroboh
dan pekerjaan dokter adalah untuk mengobati manusia ,,jika salah anda tau
sendiri akibatnya
3.karna passion saya tidak sana,simpel
sekali,,,(alasan utama)
Saya telah bertanya kepada 2 teman saya,yang pertama teman
saya kuliah di pts kita sebut dia winda (nama saya samarkan gar masa depan
cerah),,
dan teman saya yang kedua adalah teman kuliah saya di teknik kimia yang
tahun ini mencoba lagi masuk kedokteran walau gagal,Zahra (MaPo Alay if you
read),,,saya ambil sampel ini supaya ada keseimbangan dalam berita dan
keterbatasan teman yang ambil dan ketrima kedokteran
Pertama jelas saya tanya alsan mereka memilih
kedokteran,jwabanya rata rata hampir sama
Temen saya si zahra bilang bahwa dokter merupakan pekerjaan
mulia,sudah pasti dan merupakan pekerjaan mulia yang di cita citakannya sejak
kecil,berarti dia tipe orang yang konsisten dengan cita cita masa kecilnya dan
memiliki prospek yang tinggi karna menurut dia gaya hidup orang indonesia yang
akan semakin kebarat baratan (saya ke jawa jawa an) membuat kesehatan jadi
kurang dan disini dokter dibutuhkan,,walau nanti akhirnya dia tidak di terima
Winda juga tidak jauh berbeda sama zahra yang berpendapat
bahwa kedokteran memiliki propek bekerja yang lebih besar dari pada yang lain
dan juga pekerjaan yang mausiawi
รจ
Pada point ini saya berpikir bahwa semua jurusan
memiliki probabilitas yang sama dalam memperoleh pekerjaan mungkin hanya
berbeda pada sisi pendapatan saja dan sekarang banyak dan hampir semua
unversitas membuka jurusan kedokteran sehingga menurut saya peluang kerja
semakin menipis,,,
Akibat banyak jurusan kedokteran dan suap atau amsuk lewat
pintu belakang membuat kualitas dokter dokter kita juga semakin menurun
sehinnga bisa kita lihat sering terjadi mal praktek atau dokter dokter yang
salah mengdiagnosa penyakit (saudara saya pernah mengalami) yang berakibat
fatal amaka dari itu jadi dokter adalah bermain main dengan nyawa manusaia jika
benar maka anda dapet membantu
Rata rata gaji dokter mungkin tinggi jauh lebih dari
pns,,saya bertanya kepada teman saya mengapa bisa lebih tinggi
Zahra jawab karna pekerjaan dokter adalah tentang nyawa
manusia maka resiko ya lebih besar dan juga untuk menjadi dokter memang susah
maka dihargai lebih tinggi
Pada sesi ini winda malah curhat-_-,,teman teman saya memang
mahluk rentan galau
Munkin banyak dari kita yang kuliah mengambil urusan dengan
pertimbangan orang tua baca paksaan
Sudah sewajarnya orang tua ingin yang terbaik bagi anaknya
tapi yang menjalani kuliah adalah kita bukan orang tua
Kemarin saya juga bertanya kepada teman saya apakah mereka
mengambil jurusan kedokteran karna paksaan orang tua
Saya punya teman yang bapak ibunya seorang dokter dan
kakaknya juga masuk kedoteran, maka dia yang waktu itu akan memilih jurusan
mungkin sedikit dipaksa oleh orang tuanya agar mengambil kedokteran walau teman saya ini tidak tertarik masuk
kedokteran dan bisa di tebak di tidak di terima di kedokteran dan sejarang dia
kuliah di jurusan sosial
Temen saya dua ini jawab bahwa orang tua tidak memaksa
tetapi lebih kepada mendukung apapun keputusan anaknya
Seperti sekarang zahra kuliah di jurusan teknik kimia
(PS:bapaknya juga alumni tekim) dan winda yang berhasil masuk kedokteran walau
sering mengelum betapa susahnya tapi itu sudah resiko
Nah bayangkan setiap orang di indonesia ingin kuliah
kedokteran di indonesia lalau siapakah
yang akan menjadi petani,yang mungkin walau sekarang lahanya sekarang
banyak berkurang,,,
Jika tidak ada petani kita tidak bisa makan nasi atau harus
bergantung dari luar,ini ironi karna negara indonesia merupakan negara
agraris,,,
Lalau siapa yang akan membantu suatu keluarga ketika dua
duanya adalah pekerja semua (baca:pemban**),,yang memang kita butuhkan ketika
kita tidak bisa mengurusi rumah atau anak pada waktu tertentu
Jika tidak ada anak teknik (hahahaahaahha sombong) siapa
yang akan mengolah sumber daya alam negara yang diberikan Tuhan melimpah di
negara kita ini,asing???
Jelas tidak karna asing yang tentunya hanya memberi
indonesia sedikit SDAnya dari yang seharusnya di peroleh indonesia,,maka orang
orang teknik dibutuhkan disini agar kita bisa mandiri
Jika tidak ada guru maka siapa yang bisa mendidik kita dari
kecil hingga nanti sukses jadi Dokter ???
Meski keliatan remeh atau kurang elite tetapi pekerjaan yang tidak kalah mulia dari
dokter karna setiap pekerjaan jika kita kerjakan dengan tujuan untuk menjadi
saluran berkat bagi orang lain denagn(yang selalu di ajarkan orang tua saya)
maka dapat saya katakan pekerjaan mulia
dan jangan lupa memilih pekerjaan sesuai dengan passion anda
Abdikan apa yang kita dapat untuk indonesia untuk orang
banyak,memang sulit tapi tetap bisa apapun profesi kita dan passion kita
Terakhir saya bilang
“Sukses bukan apa apa bila kita tidak menikmatinya”
Rene suhardono seorang carrier coach pernah berkata
“ anda tak harus menjadi seseorang (bekerja sebagai) yang sesuai dengan kodifikasi profesi yang ada. Jika tak ada yang sesuai dengan passion-potensi anda, jangan ragu untuk membuat nama ‘pekerjaan’ anda sendiri.”
Your time is limited so don’t
waste it by living someone else’s live
Fly With Your Dream
Alan bayu k
Mahasiswa teknik kimia
No comments:
Post a Comment